Tampilkan postingan dengan label Oseanografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oseanografi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Mei 2016

Perbedaan Gletser dan Gunung Es - AGC Guru Honorer

Pernah nonton Titanic?Tahu kan kalau kapal Titanic tenggelam karena menabrak gunung es (iceberg) di tengah lautan. Kok bisa sih gunung es ada di lautan, lalu apa bedanya dengan es yang ada di pegunungan alias gletser?. Gunung es dan gletser keduanya merupakan massa salju yang besar dan terbentuk bertahun-tahun secara alami. Akan tetapi keduanya sangatlah berbeda dilihat dari segi bentuk dan struktur serta proses pembentukannya. Gletser terbentuk oleh endapan es di tempat yang tidak bisa meleleh. Ketika gletser ini terpisah dan mengapung di atas air maka dikenal sebagai gunung es. Berikut ini perbedaan kedua formasi es tersebut:
FORMASI
Gletser: Deposisi terus menerus dari salju dan presipitasi beku lain. Gletser berkembang perlahan dan menyebar.
Gunung Es: Bongkahan gletser yang terpisah dari induknya.
UKURAN
Gletser: Sangat besar
Gunung Es: Lebih kecil
LOKASI
Gletser: pegunungan, lembah dan daerah kutub
Gunung Es: lautan atau perairan tawar
KENAMPAKAN
Gletser: Sepenuhnya di atas permukaan air
Gunung Es: 10% di atas permukaan air
KOMPOSISI
Gletser: Murni salju dan es di atas lapisan es yang bergerak
Gunung Es: Mengambang di atas permukaan air

Bagaimana gletser dan iceberg terbentuk?
Gletser terbentuk dari presipitasi salju atau es secara terus menerus hingga menjadi lapisan sedimen es. Seiring berjalannya waktu, es mengkristal menjadi butiran seperti gula dan menekan kantong udara  di sekitarnya dan membentuk lapisan tebal. Proses ini memakan waktu ratusan tahun.
Ketika bagian dari gletser terputus maka gunung es terbentuk.
Perbedaan Ukuran
Gletser memiliki ukuran yang lebih besar dan luas dibandingkan gunung es karena gletser dibentuk oleh deposisi es selama ratusan bahkan ribuan tahun.Gletser berukuran raksasa jika mencair akan mengakibatkan permukaan air laut naik. Gunung es relatif lebih kecil dibanding gletser karena mereka hanya potongan gletser yang mengapung di perairan
Lokasi
Gletser pada umumnya terbentuk di atas lembah pegunungan atau di daerah kutub dimana salju tidak akan pernah mencair. Gunung es ketika terpisah dari gletser umumnya mengapung di atas perairan. Jika terseret di perairan dangkal bisa saja menjadi sebuah pulau es.
Kenampakan
Gletser sepenuhnya berada di atas permukaan tanah atau daratan sehingga bisa terlihat dengan jelas sedangkan gunung es hanya bisa terlihat ujungnya saja dan 90% sisanya tidak terlihat karena berada di bawah air.
Mengapa Gunung Es (Iceberg) Mengambang?
Gunung es yang terbentuk dari es murni memiliki densitas 920 kg/m3. Densitas air adalah 1025 kg/m3. Gunung es mengapung karena ia lebih ringan dibanding air dan apa yang kita lihat sebenarnya adalah ujungnya saja sedangkan sisanya tenggelam di bawah air. Coba saja kamu ambil satu biah es batu di kulkas lalu masukan ke dalam ember /gelas berisi air pasti 2/3 bagiannya tenggelam.
Bentuk
Ada beberapa jenis bentuk dari gunung es yang diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan ukuran mereka. Menurut bentuknya, gunung es diklasifikasikan ke dalam bentuk tabular (seperti plateu) dan nono tabular. Bentuk non tabular meliputi dome (bulat), pinnacle (menara), wedge (tepi yang curam dan tepi lain landai), blocky (sisi vertikal dan atas rata), dry dock (memiliki saluran atau terowongan).Untuk lebih memahami tentang gletser dan gunung es, simak video di bawah ini. Selamat belajar

Senin, 04 Januari 2016

Perbedaan Laut dengan Samudera - AGC Guru Honorer

Pernahkah kamu memikirkan apa bedanya laut dengan samudera?. Samudera adalah suatu massa air besar yang meliputi 70% bumi. Laut berukuran lebih sempit dan sebagian tertutup oleh daratan. Lima samudera yang ada di bumi pada faktanya adalah satu massa air besar yang terkoneksi satu sama lain. Sebaliknya, ada sekitar 50 laut kecil yang tersebar di penjuru bumi.
Ukuran Wilayah
Samudera menutupi 71% dari permukaan bumi dan mengandung 97% dari total air di bumi. Samudera Pasifik merupakan samudera terluas mencakup 64.186.000 mil persegi dan Laut Mediteran adalah laut terluas di dunia dengan ukuran 1.144.800 mil persegi.
Daftar Luas Samudera di Bumi
1. Samudera Pasifik: 60.060.700 mil persegi
2. Samudera Atlantik: 29.637.900 mil persegi
3. Samudera Hindia: 26469900 mil persegi
4. Samudera Selatan: 7.848.300 mil persegi
5. Samudera Arktik: 5.427.00 mil persegi
Daftar Luas Laut di Bumi
1. Laut Mediteran: 1.144.800 mil persegi
2. Laut Karibia: 1.049.500 mil persegi
3. Laut Cina Selatan: 895.400 mil persegi
4. Laut Bering: 884.900 mil persegi
5. Teluk Meksiko: 615.000 mil persegi
6. Laut Okhtosk: 613.800 mil persegi


Kedalaman dan Kehidupan
Kedalaman rata-rata samudera adalah 3.953 kaki hingga 15.215 kaki. Palung Mariana di Samudera Pasifik adalah yang terdalam mencapai 36.300 kaki. Laut Karibia merupakan laut terdalam dengan titik terbawah 22.788 kaki. Kebanyakn laut memiliki kedalaman lebih dangkal dibanding samudera. Laut dan Samudera adalah habitat bagi berbagai biota laut. Kedalaman dan jarak dari pantai sangat memengaruhi terhadap kuantitas dan keanekaragaman flora dan fauna yang hidup di sana. Laut yang berjarak relatif dekat dengan daratan memiliki keanekaragaman hayati yang lebih melimpah sementara di laut dalam yang jauh dari daratan, jenis biota relatif terbatas hanya beberapa bentuk kehidupan dasar seperti bakteri, plankton, udang dan cacing.
Zonasi
Wilayah perairan laut yang tidak dekat dengan pantai disebut sebagai zona pelagis. Zona pelagis ini dibedakan berdasarkan kedalaman dan zona ekologi yaitu:
1. Zona epipelagis (kaya sinar matahari) adalah zona yang paling dekat dan berada hingga kedalaman 200 m. Berlimpahnya cahaya matahari memungkinkan terjadinya fotosintesis bagi berbagai flora dan sumber nutrisi ikan.
2. Zona mesopelagis (remang) dimulai pada kedalaman 200 m hingga mencapai 1000 m. Ada sedikit cahaya masuk namun tidak memungkinkan untuk terjadinya fotosintesis.
3. Zona batipelagis (gelap) berawal di kedalaman 1000 hingga 4000 m. Organisme bercahaya mulai ditemukan pada daerah ini. Berbagai cumi-cumi raksasa dan hewan unik lainnya dapat hidup di daerah ini.
4. Zona abisopelagis (gelap dasar) terletak dari 4000 m hingga ke dasar lautan yang merupakan wilayah gelap dan habitat bagi hewan berwarna mencolok dan buta.
5. Zona hadopelagis adalah perairan terdalam di wilayah palung dan berada di kedalaman 6000 m dan sangat sedikit sekali informasi yang diketahui di wilayah ini tentang biotanya karena keterbatasan penelitian.


Sumber dan Gambar: