Selasa, 10 Mei 2016

Tugas dan Fungsi BMKG Indonesia - AGC Guru Honorer

BMKG mempunyai status sebuah Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND), dipimpin oleh seorang Kepala Badan. BMKG mempunyai tugas : melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara, dan Geofisika sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyelenggarakan fungsi : 
1. Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara dan geofisika. 
2. Koordinasi kegiatan fungsional di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara dan geofisika. 
3. Fasilitasi dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah dan swasta di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara dan geofisika. 
4. Penyelenggaraan pengamatan, pengumpulan dan penyebaran, pengolahan dan analisis serta pelayanan di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara dan geofisika. 
5. Penyelenggaraan kegiatan kerjasama di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara dan geofisika. 
6. Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tatalaksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, hukum, persandian, perlengkapan dan rumah tangga. 
Dalam melaksanakan fungsinya Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) mempunyai kewenangan : 
Monitoring Cuaca
1. Penyusunan rencana nasional secara makro di bidangnya. 
2. Perumusan kebijakan di bidangnya untuk mendukung pembangunan secara makro. 
3. Penetapan sistem informasi di bidangnya. 
4. Penetapan standar teknis peralatan serta pelayanan meteorologi penerbangan dan maritime. 
5. Pengaturan sistem jaringan pengamatan meteorologi dan klimatologi. 
6. Pemberian jasa meteorologi dan klimatologi. 
Kewenangan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu : 
1. Pengamatan dan pemberian jasa geofisika. 
2. Pengamatan dan pemberian jasa kualitas udara. 
3. Pengaturan sistem jaringan pengamatan geofisika. 
4. Penetapan standar teknis peralatan meteorologi, klimatologi, kualitas udara dan geofisika. 
UPT adalah Unit Pelaksana Teknis merupakan kepanjangan tangan dari BMG yang berada di daerah � daerah terdiri dari :
1. 5 Regional yang diberi nama Balai Besar Wilayah meliputi :
� Balai Besar Wilayah I di Medan
� Balai Besar Wilayah II di Ciputat
� Balai Besar Wilayah III di Denpasar
� Balai Besar Wilayah IV di Makasar
� Balai Besar Wilayah V di Jayapura
2. 173 Kantor Stasiun di seluruh Indonesia meliputi :
� Stasiun Meteorologi Synoptik / Bandara
� Stasiun Meteorologi Maritim
� Stasiun Klimatologi
� Stasiun Geofisika
� Stasiun Pemantauan GAW
Gambar: disini

Info SNMPTN 2016: 530.398 Siswa Gagal Masuk - AGC Guru Honorer

Semakin tahun, persaingan untuk masuk ke perguruan tinggi negeri semakin berat. Ini terbukti lebih dari 500 ribu pendaftar SNMPTN 2016 terlempar dari kursi perebutan atau persaingan masuk PTN. Ketua Umum SNMPTN 2016 Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., MA mengatakan bahwa pada tahun ini total jumlah siswa pendaftar SNMPTN sebanyak 645.202 siswa. Akan tetapi yang lolos hanya 114.804 orang atau sekitar 17,8 persen. Artinya ada sekitar 530.398 orang peserta yang gagal dalam seleksi jalur prestasi ini. 

Sementara jumlah pendaftar Program Beasiswa Pendidikan Mahasiswa dari Keluarga Miskin Berprestasi atau Bidik Misi sebanyak 143.819 orang dan yang berhasil lolos sekitar 24.506 orang. Rochmat Wahab mengatakan bagi peserta yang dinyatakan lolos SNMPTN diminta melakukan verifikasi dan daftar ulang di PTN masing-masing pilihannya pada Selasa, 31 Mei 2016. Bagi peserta yang lolos namun tidak daftar ulang atau tidak verifikasi maka dinyatakan mengundurkan diri. Rochmat yang juga Rektor Universitas Negeri Yogyakarta menjelaskan pengumuman hasil SNMPTN dimajukan lebih awal dikarenakan seluruh Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri bersama Panitia Nasional telah menyelesaikan seluruh tahapan seleksi sesuai rencana. Selain itu, bagi peserta yang tidak lolos SNMPTN bisa mendaftar melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016. 
Selamat bagi yang lolos dan terus belajar kejar impian dengan sungguh-sungguh. Bagi yang belum berhasil, tenang masih banyak jalan menuju Roma. Untuk melihat kelulusan SNMPT silahkan cek web dibawah ini

Sifat Erupsi Gunungapi - AGC Guru Honorer

Erupsi gunungapi adalah suatu kegiatan penerobosan magma ke permukaan bumi. Bila disertai tekanan gas yang kuat maka terjadilah suatu letusan atau ledakan yang dinamakan erupsi eksplosif. Bila tekanan gas kurang, tidak akan ada ledakan atau letusan tetapi terjadi suatu leleran atau aliran lava. Erupsi jenis ini dinamakan erupsi efusif. Erupsi campuran adalah suatu erupsi vulkanik yang melibatkan erupsi eksplosif dan efusif. Masyarakat di Indonesia belum dapat membedakan erupsi eksplosif, efusif atau erupsi campuran melainkan dinamakan semuanya adalah letusan gunung api. Kebanyakan gunungapi mengalami erupsi eksplosif dan erupsi campuran dibanding erupsi efusif.
Adakalanya peranan erupsi eksplosif sangat kecil dibandingkan erupsi efusif pada suatu gunung api sehingga dikategorikan sebagai erupsi efusif. Erupsi eksplosif, efusif dan erupsi campuran dapat saja ketiganya terjadi pada gunung api semasa sejarah kegiatannya, begitu pula semasa satu kurun waktu kegiatan gunung api tersebut.
Erupsi gunungapi yang terpusat pada suatu tempat dinamakan erupsi sentral dan yang terjadi melalui suatu rekahan yang panjang dinamakan erupsi linier sedangkan pada suatu wilayah luas dinamakan erupsi areal. Pada erupsi sentral dan linier tidak jarang pusat erupsi berpindah tempat sehingga terdapat banyak kawah pada satu gunung api. Pusat erupsi yang berpindah jauh ke samping tubuh gunung api yang telah ada dinamakan erupsi samping atau erupsi parasit.
Didasari oleh sumber kejadiannya, erupsi vulkanik dapat pula dibedakan ke dalam kategori berikut:
Erupsi Sentral
a. Erupsi magmatik
Terjadi oleh kegiatan magma yang menerobos ke permukaan bmi. Dalam hal ini bahan utam yang dikeluarkan berasal dari magma. Erupsi tersebut ini dapat berupa erupsi eksplosif, efusif maupun campuran
b. Erupsi freatik
Terjadi oleh peranan uap sebagai akibat dari sentuhan air secara langsung atau tidak langsung dengan magma. Dalam hal ini air tanah, danau kawah atau air laut yang menyusup menyentuh magma lalu menjadi uap air. Bila tekanan uap sudah melampaui beban maka terjadilah suatu ledakan atau letusan sehingga erupsi freatik selalu eksplosif. Pada dasarnya bahan erupsi tidak langsung dari magma tetapi dari lingkungan daerah sentuhan atau kontak.
Erupsi Linier
c. Erupsi freatomagmatik
Merupakan gabungan erupsi freatik dan magmatik. Dalam hal ini erupsi freatik dapat berperan sebagai pemicu atau pelatuk erupsi magmatik. Bahan erupsi pada fase permulaan adalah bahan daerah lingkungan dan kontak kemudian setelah selang waktu tertentu baru disusul oleh erupsi magma.
Gambar: disini disini

Senin, 09 Mei 2016

Penanggulangan Bahaya Gunungapi - AGC Guru Honorer

Erupsi gunung api belum dapat dicegah orang dengan bekal ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini sehingga diperlukan tindakan untuk mengurangi korban bencana, dengan kata lain diperlukan usaha untuk menekan jatuhnya korban sekecil mungkin. Usaha ini baru mulai dilakukan secara melembaga di Indonesia semenjak erupsi Kelud 1919 yang memakan korban jiwa 5160 orang tewas. Memang sebelumnya sudah ada usaha penyelidikan ke arah itu namun secara formal baru dirintis pada 14 September 1920 oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan nama "Vulkan Bewaking Dienst" (Dinas Penjagaan Gunungapi) yang kemudian berganti nama menjadi "Vulkanisch Onderzoek" (Penyelidikan Gunungapi) pada bulan Desember 1922. Instansi ini bernaung di bawah bagian dari "Opsporingdienst" (Dinas Penelusuran) di dalam Mijnwezen (Pertambangan). Pada tahun 1945 kemudian dirubah kembali namanya menjadi Dinas Gunung Berapi dibawah Djawatan Pertambangan kemudian di bawah Djawatan Geologi hingga 1952.
Pada tahun 1952 Dinas Gunung Berapi dirubah namanya menjadi Urusan Gunungapi lalu menjadi Dinas Vulkanilogi pada tahun 1965 di bawah Direktorat Geologi dan kemudian pada 1978 Dinas Vulkanologi dikembangkan menjadi Direktorat Vulkanologi di bawah Direktorat Jenderal Pertambangan Umum, Departemen Pertambangan dan Energi. Sampai kapan nama ini dapat dipertahankan tidak diketahui. Walau namanya berganti-ganti tapi tujuannya tetap sama. Salah satu tujuan utama dari Direktorat Vulkanologi adalah berusaha dengan berbagai cara untuk megurangi jatuhnya korban gunungapi sampai sekecil mungkin.
1. Tata Cara Penanggulangan Bahaya Gunung Api
Penanggulangan bahaya gunung api menyangkut masyarakat luas sehingga instansi di atas tidaklah bekerja sendiri melainkan dengan kerjasama dengan berbagai instansi dan masyarakat terutama yang menyangkut aspek sosialnya. Berbagai usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah korban bahaya erupsi gunung api di Indonesia adalah:
a. Mengosongkan daerah bahaya
Semua daerah yang diperkirakan terancam oleh bahaya gunung api di Indonesia seluas 1,7 juta Ha yang berpenduduk sekitar 3,4 juta orang (data tahun 1974) seharusnya dikosongkan. Hal ini sangat sulit dilakukan mengingat berbagai faktor (ekonomi, sosial, ekologi dll). andai pun sudah nyata-nyata bahwa daerah yang terlanda bahan-bahan erupsi gunungapi sudah tidak dapat dihuni lagi maka usaha pemindahan pemukiman mudah dilakukan. Namun demikian harus ada usaha pemindahan penduduk dari 'daerah terlarang' sebagai tindakan pencegahan.
b. Melakukan Zonasi Terhadap Daerah Rawan
Daerah-daerah yang rawan terhadap bahaya gunungapi perlu dibatasi. Pembatasan ini kemudian dituangkan ke dalam suatu peta zonasi yang dinamakan 'Peta Daerah Bahaya Gunungapi'. Dalam peta tersebut akan terlihat:
1. Daerah Terlarang
Merupakan daerah sekitar kawah yang sangat rawan terhadap bahaya gunungapi, saat erupsi terjadi (bahaya awanpanas, lahar primer dan bom vulkanik). Daerah ini harus dikosongkoan sejatinya namun masih banyak masyarakat yang bermukim di sana sehingga perlu dipertimbangkan kembali.
2. Daerah Bahaya Ke-Satu
Daerah di luar daerah terlarang yang masih rawan terhadap bahaya erupsi disebut Daerah Bahaya ke 1. Daerah ini perlu dikosongkan bila ternyata keadaan memaksa (erupsi meningkat dari biasanya).
3. Daerah Bahaya Ke-Dua
Daerah yang dapat terancam oleh bahaya lahar sekunder (lahar hujan) dinamakan Daerah Bahaya Ke-2. Pengosongan daerah ini dapat dilakukan bila ternyata sudah ada tanda ancaman bahaya.
c. Melakukan Penyelidikan dan Pengamatan
Penyelidikan dan penngamatan perlu dilakukan berkelanjutan secara berkala maupun temporer untuk mempelajari tingkah laku dan gerak gerik semua gunung api aktif. Dengan demikian maka penyampaian informasi untuk pengamanan penduduk dari daerah bahaya dapat dilakukan tepat waktu. Ada gunung api yang meletus setiap tahun, sepuluh tahun sekali bahkan hingga puluhan tahun. Jadi data otentik diperlukan untuk pencegahan.
Erupsi Gunung Api
d. Melakukan Usaha Preventif
Usaha ini dimaksudkan untuk mengurangi bahaya lahar dengan cara membuat tanggul penahan, tanggul peredam kecepatan lahar atau mengurangi sumber bahaya lahar. Contohnya adalah Gn. Kelud di Jawa Timur. Untuk mengurangi air danau di dalam danau kawahnya maka dibuat terowongan menembus dinding kawah dengan demikian air hujan yang setiap musim tertampung di kawah akan mengalir keluar dari terowongan untuk mencegah banjir lahar ketika erupsi.
e. Meningkatkan kesadaran
Masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah bahaya perlu mengetahui dan sadar akan bahaya gunungapi. Dengan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh maka orang akan lebih waspada menghadapi bahaya. Cara yang dilakukan adalah dengan pendidikan mitigasi bencana.
Sosialisasi Pendidikan Bencana
f. Meningkatkan Komunikasi
Komunikasi antar berbagai instansi dan masyarakat yang berhubungan dengan usaha penanggulangan bahaya erupsi sangatlah berperan. Makin baik komunikasi maka makin cepat dan tepat tindakan penyelamatan dari bahaya yang dihadapi.
Gambar: disini disini

Sejarah BMKG Indonesia - AGC Guru Honorer

Pernahkah kalian melakukan studi ke Bada Meteorologi Klimatotologi dan Geofisika?. Saat ini informasi mengenai cuaca dan iklim menjadi kebutuhan yang sangat tidak bisa dihindarkan lagi oleh masyarakat. Lalu sejak kapan BMKG eksis di Indonesia?.
Sejarah pengamatan meteorologi dan geofisika di Indonesia dimulai pada tahun 1841 diawali dengan pengamatan yang dilakukan secara perorangan oleh Dr. Onnen, Kepala Rumah Sakit di Bogor. Tahun demi tahun kegiatannya berkembang sesuai dengan semakin diperlukannya data hasil pengamatan cuaca dan geofisika. Pada tahun 1866, kegiatan pengamatan perorangan tersebut oleh Pemerintah Hindia Belanda diresmikan menjadi instansi pemerintah dengan nama Magnetisch en Meteorologisch Observatorium atau Observatorium Magnetik dan Meteorologi dipimpin oleh Dr. Bergsma. Pada tahun 1879 dibangun jaringan penakar hujan sebanyak 74 stasiun pengamatan di Jawa. Pada tahun 1902 pengamatan medan magnet bumi dipindahkan dari Jakarta ke Bogor. Pengamatan gempa bumi dimulai pada tahun 1908 dengan pemasangan komponen horisontal seismograf Wiechert di Jakarta, sedangakn pemasangan komponen vertikal dilaksanakan pada tahun 1928. Pada tahun 1912 dilakukan reorganisasi pengamatan meteorologi dengan menambah jaringan sekunder. Sedangkan jasa meteorologi mulai digunakan untuk penerangan pada tahun 1930. Pada masa pendudukan Jepang antara tahun 1942 sampai dengan 1945, nama instansi meteorologi dan geofisika diganti menjadi Kisho Kauso Kusho. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, instansi tersebut dipecah menjadi dua: Di Yogyakarta dibentuk Biro Meteorologi yang berada di lingkungan Markas Tertinggi Tentara Rakyat Indonesia khusus untuk melayani kepentingan Angkatan Udara.

Kantor BMKG Jakarta
Di Jakarta dibentuk Jawatan Meteorologi dan Geofisika, dibawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Tenaga Pada tanggal 21 Juli 1947 Jawatan Meteorologi dan Geofisika diambil alih oleh Pemerintah Belanda dan namanya diganti menjadi Meteorologisch en Geofisiche Dienst. Sementara itu, ada juga Jawatan Meteorologi dan Geofisika yang dipertahankan oleh Pemerintah Republik Indonesia , kedudukan instansi tersebut di Jl. Gondangdia, Jakarta. Pada tahun 1949, setelah penyerahan kedaulatan negara Republik Indonesia dari Belanda, Meteorologisch en Geofisiche Dienst diubah menjadi jawatan Meteorologi dan Geofisika dibawah Departemen Perhubungan dan Pekerjaan Umum. Selanjutnya, pada tahun 1950 Indonesia secara resmi masuk sebagai anggota Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization atau WMO) dan Kepala Jawatan Meteorologi dan Geofisika menjadi Permanent Representative of Indonesia with WMO. Pada tahun 1955 Jawatan Meteorologi dan Geofisika diubah namanya menjadi Lembaga Meteorologi dan Geofisika di bawah Departemen Perhubungan, dan pada tahun 1960 namanya dikembalikan menjadi Jawatan Meteorologi dan Geofisika di bawah Departemen Perhubungan Udara. Pada tahun 1965, namanya diubah menjadi Direktorat Meteorologi dan Geofisika, kedudukannya tetap di bawah Departemen Perhubugan Udara. 

Ruang Kerja BMKG
Pada tahun 1972, Direktorat Meteorologi dan Geofisika diganti namanya menjadi Pusat Meteorologi dan Geofisika, suatu instansi setingkat eselon II di bawah Departemen Perhubungan, dan pada tahun 1980 statsunya dinaikkan menjadi suatu instansi setingkat eselon I dengan nama Badan Meteorologi dan Geofisika, tetap berada di bawah Departemen Perhubungan. Terakhir pada tahun 2002, dengan keputusan Presiden RI Nomor 46 dan 48 tahun 2002, struktur organisasinya diubah menjadi Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) dengan nama tetap Badan Meteorologi dan Geofisika. Bagaimana?tertarik untuk bekerja di bidang ini?
Gambar: disini disini

Minggu, 08 Mei 2016

Perbedaan Puting Beliung dan Siklon Tropis - AGC Guru Honorer

Jika kalian lihat berita seputar bencana pastinya kamu akan mendengar istilah angin siklon dan puting beliung. Lalu apakah kedua istilah itu sama saja untuk menjelaskan fenomena angin yang berputar?.
Dikalangan masyarakat awam Badai Tropis dan Putting Beliung masih membingungkan karena sama � sama merusak, dan yang dirasakannya adalah hembusan angin yang sangat kencang dan berputar, akan tetapi sebenarnya kedua fenomena tersebut mempunyai perbedaan yang menyolok baik dipandang dari segi kecepatan angin maupun luasan dan waktu terjadinya.
Badai selalu tumbuh di lautan yang bebas, sangat tidak mungkin tumbuh di atas daratan, karena energi kinetik untuk menjadi badai lebih banyak di lautan dibandingkan didaratan. Daerah pertumbuhan badai di negara Amerika, Filpina, Australia India berbeda-beda, Seperti pada gambar berikut, bahwa badai tumbuh disekitar lauatn Hindia, dan lautan Pasifik, rincian daerah pertumbuhan badai :
1) Laut Carabia, Teluk Mexico dan Samudaera Atlantik Utara 
2) Bagian timur Samuder Atlantik Utara
3) Bagian tengah  Samudera Atlantik Utara
4) Bagian barat  Samudera Atlantik Utara dan  Laut China Selatan
5) Barat Daya Samudera Hindia  
6) Tengara Samudera Hindia 
7) Laut Arafura dan Teluk Carpentaria Australia
8) Laut Coral
9) Laut Solomon dan Teluk Papua
10) Selatan Pasifik


Berikut ini perbedaan antara Siklon Tropis dengan Puting Beliung:

Ciri-Ciri Awan - AGC Guru Honorer

Tahukah kamu bahwa awan memiliki bentuk dan ciri yang beraneka macam?. Untuk lebih memahaminya coba baca penjelasan berikut.
Aneka Macam Awan
1. Cirrus :
 Awan putih terpisah � pisah, seperti benang-benang halus putih atau perca � perca putih atau jalur � jalur sempit. Awan ini tampak seperti berserabut dan keperak � perakan. Lebih banyak timbul di daerah lintang tinggi.
2. CirroCumulus :
 Awan tipis, perca-perca putih, lembaran atau lapisan tanpa bayangan terdiri dari elemen � elemen yang sangat kecil berbentuk biji, lipatan dsb, mengumpul atau memancar. Umumnya mempunyai susunan yang teratur. Berbentuk lapisan berbayang-bayang.
3. CirroStratus : 
Transparan, dengan puncak seperti berserabut keputih � putihan atau halus, menutupi sebagian atau seluruh langit. Umumnya menimbulkan fenomena �Halo�.
4. AltoCumulus
Awan putih atau abu-abu, kedua-duanya bercampur yang berbentuk perca-perca, lembaran, rata, gumpalan-gumpalan bulat dsb, kadang-kadang sebagian berserabut atau kabur dan dapat berkumpul maupun tidak. Umumnya mempunyai bayangan.
5. AltoStratus
Awan lembaran atau lapisan-lapisan jalur yang berwarna abu-abu atau kebiru-biruan. Menutupi seluruh atau sebagian dari langit yang memiliki bagian-bagian yang tipis sehingga dapat dilihat fenomena �Halo�. Merupakan awan menengah yang sering berkembang masuk ke daerah awan tinggi.
6. NimboStratus
Lapisan awan abu-abu sering gelap, bentuk dan warnanya dikaburkan oleh adanya hujan yang terus menerus atau salju yang biasa terjadi. Bentuknya seperti lapisan-lapisan yang cukup tebal sehingga matahari sama sekali tidak tampak. Dibawahnya sering terdapat awan rendah yang kasar. Merupakan awan menengah yang sering berkembang naik ke atas masuk daerah awan tinggi maupun ke bawah masuk daerah awan rendah.
7. Stratus
Umumnya merupakan lapisan awan abu-abu dengan dasar awan hampir serba sama (dasar awan homogen). Dapat menimbulkan drizzle, ice prisma atau snow grains. Tidak menimbulkan fenomena halo, kecuali pada suhu-suhu yang rendah.
8. StratoCumulus
Awan abu-abu atau keputih-putihan atau campuran dari keduanya, merupakan lemparan atau lapisan dan kebanyakan selalu dengan bagian-bagian yang gelap, tidak berserabut kecuali bila ada �Virga�. Sebagian besar dari susunan-susunan elemennya teratur.
9. Cumulus
Merupakan awan terpisah-pisah, umumnya padat dengan batas-batas yang jelas. Berkembang vertical dalam bentuk seperti bukit, seperti kubah-kubah, atau menara-menara, bagian atasnya tampak seperti bunga kol, juga disebut awan konvektif. Bagian-bagian yang kena sinar matahari tampak putih berkilauan. Dasarnya gelap dan hampir horizontal, kadang-kadang awan Cu ini berbentuk kasar.
10. Cumulonimbus (Cb)
Awan besar dan padat, tinggi berbentuk seperti gunung atau menara-menara yang besar. Bagian kecil dari puncaknya biasanya halus berserabut atau berjalur-jalur dan hampir selalu rata, bagian puncaknya ini sering berpencar dalam bentuk seperti landasan atau seperti jambul besar. Di bawah dasar awan ini sering sangat gelap, dan sering terdapat awan-awan rendah yang kasar dan tergabung dengan awan di atasnya maupun tidak. Kadang-kadang terjadi virga dari bagian awan ini. Khusus jenis awan ini akan dibahas lebih lengkap di bagian yang lain.
Gambar: disini