Minggu, 08 Mei 2016

Beda Siklon Tropis, MJO dan Dipole Mode - AGC Guru Honorer

Mempelajari atmosfer memang sangat rumit dan banyak sekali faktor yang memengaruhi kestabilan lapisan udara bumi. Berikut ini beberapa fenomena yang sering muncul di atmosfer.
Siklon Tropis
Siklon Tropis (TS) merupakan salah gangguan cuaca daerah tropis yang cukup penting, baik dilihat dari peranannya pada sistem cuaca secara umum, maupun dari dampak yang dapat ditimbulkannya terhadap kehidupan di bumi.
Siklon tropis umumnya tumbuh dan berkembang di perairan tropis yang hangat, dengan beberapa syarat/ kondisi yang memungkinkan pertumbuhannya, paling tidak harus ada  empat persyaratan  yang harus dipenuhi , yaitu :

a.Daerah lautan yang hangat dengan suhu  minimal 26,5� C  hingga kedalaman sekitar 50 m.
b.Kelembapan udara diatas perairan tersebut harus cukup lembab hingga ketebalan sekitar 5 km.
c.Kondisi atmosfer yang labil, dimana laju penurunan suhu udara terhadap ketinggian harus cukup besar
d.Jarak terdekat dengan Khatulistiwa adalah sekitar 500 km, dimana gaya koriolis diperlukan untuk dapat menimbulkan sirkulasi yang mendekati keseimbangan angin gradient (lihat gaya yang mempengaruhi pergerakan angin). 
e.Perbedaan kecepatan angin vertical yang rendah, yaitu sekitar 10 m/detik, karena pada kecepatan vertical yang besar justru akan menghambat perkembangan Siklon Tropis.

Sikon Tropis
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Siklon Tropis tidak dapat tumbuh dan berkembang di wilayah Indonesia. Namun demikian,  keberadaan siklon tropis sebagai salah satu motor penggerak sirkulasi atmosfer wilayah tropis, secara tidak langsung akan berdampak pula terhadap dinamika cuaca di wilayah Indonesia. Sebagai  contoh, munculnya Siklon Tropis di Samudera Pasifik dapat menyebabkan peningkatan kecepatan angin di wilayah Indonesia, dimana pada daerah-daerah tertentu cuacanya akan lebih panas dan kering, namun pada daerah-daerah tertentu dimana terjadi pertemuan arus angin akan mendapat banyak hujan.

Madden Julian Oscillation (MJO), merupakan fenomena gangguan cuaca yang cukup penting untuk daerah tropis, pertama kali ditemukan oleh Madden dan Julian pada tahun 1971/1972, dengan memberi nama �gelombang 40 � 50 harian�, dan di kemudian hari hingga saat ini  MJO lebih popular dengan sebutan �gelombang 30 � 60 harian�. 
MJO merupakan gangguan cuaca musiman daerah tropis, dengan cirri-ciri arah gerakannya yang selalu diawali dari perairan tropis Samudera Hindia, pada daerah sekitar 10� LU - 10� LS, berupa  �pusat panas� yang bergerak ke arah Samudera Pasifik di bagian timur. MJO secara spesifik dapat diamati dari pola gerakan daerah aktifitas konvektif maximum, yang merupakan daerah pertumbuhan awan-awan Cb (Gambar.1.9)

Daerah gangguan MJO dapat mencapai sekitar 3.000 km, mulai dari  Sumatera hingga Irian Jaya. Pada kondisi atmosfer yang lembab dan labil,  dapat memicu  peningkatan aktifitas MJO, yang diikuti dengan peningkatan curah hujan dalam dua minggu atau lebih. MJO juga diduga sebagai salah satu faktor pencetus aktifitas monsun.
MJO
Dipole Mode
Dipole Mode, adalah gejala alam yang indikatornya merupakan nilai perbedaan (selisih) suhu muka laut  Samudera Hindia di perairan pantai timur Afrika dengan perairan di sebelah barat Sumatera. Secara umum dipole mode akan mempengaruhi suplai uap air atau awan-awan hujan khususnya di wilayah Indonesia bagian barat.
Jika nilai perbedaan positif (Dipole Mode Positif) atau kondisi suhu muka laut Samudera Hindia di sebelah barat Sumatera lebih dingin dari normalnya dan suhu muka laut di perairan pantai timur Afrika lebih panas dari normalnya, secara umum curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat akan berkurang. 
Sebaliknya, jika nilai perbedaannya negatif (Dipole Mode Negatif), maka curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat secara umum akan cukup banyak.


Permasalahan Tata Kelola Sumberdaya Pesisir Indonesia - AGC Guru Honorer

Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki kekayaan wilayah perairan yang luar biasa namun saat ini wilayah pesisir di Indonesia masih banyak yang belum begitu berkembang. Lantas apa yang menyebabkan wilayah pesisir Indonesia masih lambat berkembang?.
1.    Kualitas Sumberdaya Manusia Kelautan
Sampai dengan tahun 2000, laju pertumbuhan penduduk berkisar 1,6 persen dan menjelang tahun 2018 diperkirakan akan menurun menjadi 1,5 persen  per tahun, sehingga mendekati tahun 2018 Indonesia akan memiliki junlah sumberdaya manusia lebih kurang 256 juta jiwa.  Sebanyak 157 juta dari  256 juta diperkirakan tinggal di Pulau Jawa dan Bali, dan sebagian besar di wilayah pesisir (BPS, 2001).
Dari jumlah yang demikian besar, profil tenaga kerja yang ada pada saat ini diperkirakan 74% berpendidikan dasar termasuk 13% buta huruf, sebanyak 10,9% berpendidikan SLTP dan 13% SLTA, yang berpendidikan tinggi kurang lebih 2,3%.  Walaupun pada saat ini telah terjadi pergeseran latar belakang pendidikan ke arah yang semakin tinggi, namun masih timbul pertanyaan apakah kualifikasi pendidikan sumberdaya manusia tersebut dapat mendukung pengembangan dan penguasaan IPTEK kelautan seperti yang diharapkan.
Kenyataan diatas juga terjadi di dalam proporsi SDM setiap pemerintah daerah yang memiliki wilayah pesisir dan laut.  Hal ini tentu saja sangat ironis, mengingat beberapa propinsi/kabupaten/kota tersebut merupakan daerah dengan luasanan wilayah laut yang sangat besar (Aceh, Sulawesi, dll.)
2.    Kerusakan Fisik Lingkungan Pesisir
Tingkat intensitas pemanfaatan sumberdaya pesisir dan lautan di sebagian besar wilayah pesisir tertentu telah menimbulkan sejumlah dampak negatif terhadap kondisi fisik lingkungan pesisir dan laut.  Secara ringkas kondisi saat ini kerusakan lingkungan pesisir tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

Pencemaran di pesisir
a.     Kerusakan Fisik Habitat Ekosistem Pesisir dan Lautan
Kerusakan fisik baitat ekosistem wilayah pesisir dan laut di ndonesia umumnya terjadi pada hutan mangrove dan terumbu karang.  Hutan mangrove merupakan ekosistem yang paling produktif dan merupakan sumber hara untuk perikanan pantai.  Hutan ini menyokong kehidupan sejumlah besar sepesies binatang dengan menyediakan tempat berbiak, berpijah, dan makan.  Spesies tersebut meliputi berbagai jenis burung, ikan, kerang dan krustasea seperti udang, kepiting.  Hutan bakau juga berfungsi sebagai pelindung pantai dan penstabilisasi serta berperan sebagai penyangga pencegah erosi yang disebabkan oleh arus, gelombang, dan angin.  Mereka juga memainkan peranan penting sebagai pengendali banjir dan pemelihara permukaan air di bawah tanah.
Luas hutan mangrove di Indonseia terus mengalami penurunan dari luas areal yang mencapai 5.209.543 hektar pada tahun 1982, menurun menjadi 3.235.700 hektar pada tahun 1987 dan menurun lagi hingga sekitar 2.496.185 pada tahun 1993 ( Dahuri, dkk, 2001) seperti terlihat pada gambar 1 berikut ini.
Penurunan luasan mangrove hampir merata terjadi di seluruh kawasan pesisir Indonesia. Penyebab dari penurunan luasan mangrove tersebut adalah karena adanya peningkatan kegiatan yang mengkonversi hutan mangrove menjadi peruntukan ikan seperti pembukaan tambak, pengembangan kawasan industri dan pemukiman di kawasan pesisir serta eksploitasi (penebangan) hutan mangrove secara besar-besaran.
Nasib yang sama juga terjadi pada ekosistem terumbu karang.  Berdasarkan Walters (1994) luas terumbu karang Indonesia lebih kurang 60.000 km2.  Sedangkan menurut Tomascik, dkk (1997) menyebutkan 85.707 km2 yang tersebar luas di perairan Indonesia.  Kondisi terumbu karang di Indonesia telah banyak yang rusak.  Berdasarkan hasil penelitian Coral Reef Rehabilition and Management Project (COREMAP) dari luasan seluruhnya hanya tinggal 6,48% kondisinya masih baik, 22,53% baik, dan 28,39% rusak serta 42,59% rusak berat (Gambar 2).  Dari kondisi terumbu karang tersebut, ternyata terumbu karang di kawasan barat indonesia memiliki kondisi yang lebih buruk dibandingkan dengan terumbu karang di kawasan tengah dan timur Indonesia.
Pada umumnya, kerusakan terumbu karang disebabkan oleh kegiatan-kegiatan perikanan yang bersifat desktruktif, yaitu penggunaan bahan-bahan peledak, bahan beracun (cyanida), dan juga aktivitas penambangan karang untuk bahan bangunan, reklamasi pantai, kegiatan pariwisata yang kurang bertanggung jawab, dan sedimentasi akibat meningkatnya erosi dan lahan atas.  
b.    Pencemaran dan Sedimentasi
Dari sekian banyak penyebab kerusakan lingkungan laut dan pesisir, pencemaran merupakan faktor yang paling penting.  Hal ini disebabkan karena pencemaran tidak saja dapat merusak atau mematikan komponen biotik (hayati) perairan, tetapi dapat pula membahayakan kesehatan atau bahkan mematikan manusia yang memanfaatkan biota atau perairan yang tercemar.  Selain itu pencemaran juga dapat menurunkan nilai estetika perairan laut dan pesisir yang terkena pencemaran.
Tingkat pencemaran di beberapa kawasan pesisir dan lautan di Indonesia pada saat ini telah berada pada kondisi yang sangat memperhatinkan.  Tingkat beban pencemaran (pollution load) di Indonesia dapat dibagi atas tigga kategori, yaitu tingkat pencemaran tinggi, tingkat pencemaran sedang, dan tingkat pencemaran rendah.  Kawasan yang termasuk kategori tingkat pencamaran yang tinggi adalah Propinsi Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Lampung dan Sulawesi Selatan.  Kawasan dengan kategori tingkat pencemaran sedang adalah Propinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, DI Aceh, Sumatera Barat, Jambi, DI Yogyakarta, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Maluku.  Sedangkan kawasan dengan tingkat pencemaran rendah adalah Propinsi Irian Jaya, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Bengkulu, dan Nusatenggara Timur.
Sumber utama pencemaran pesisir dan lautan terdiri dari tiga jenis kegiatan, yaitu kegiatan industri, kegiatan rumah tangga, dan kegiatan pertanian.  Sementara itu bahan utama yang terkandung dalam buangan limbah dan ketiga sumber tersebut berupa sedimen, unsur hara, pestisida, organisme patogen, dan sampah.  Jika dianalisis secara mendalam, dapat disimpulkan bahwa kawasan-kawasan yang termasuk kategori tingkat pencemaran yang tinggi merupakan kawasan-kawasan pesisir yang padat penduduk, kawasan industri dan juga pertanian.  
Perairan Indonesia merupakan jalur transportasi yang strategis yang menghubungkan negara-negara dari benua Asia maupun Eropa yang akan menuju ke Asia Tenggara maupun Australia ataupun sebaliknya,  serta terletak diantara negara-negara produsen minyak dibagian barat dan negara-negara  konsumen di bagian Timur.
Indahnya Raja Ampat
Dari seluruh perairan Indonesia, wilayah yang rentan terhadap pencemaran yang dikaibatkan oleh tumpahan minyak adalah Selat Malaka, Selat Makasar, Pelabuhan, dan jalur-jalur laut atau selat yang dilalui oleh tangker.  Posisi strategis tersebut disamping memberikan manfaat secara ekonomi, dilain pihak juga mengandung resiko terhadap bahaya kerugian dari segi ekologis.  Kerugian secara ekologis tersebut berdampak cukup luas baik secara ekonomis maupun kerusakan sumberdaya alam.   
          Sementara itu, laju sedimentasi yang masuk ke perairan pesisir juga terus meingkat.  Laju sedimentasi yang cukup tinggi terutama terjadi di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.  Bebearapa muara sungai di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa mengalami pendangkalan yang sangat besar, akibat tingginya laju sedimentasi.  Sebagai contoh laju sedimentasi di Sungai Citandui sebesar 5 juta m3 per tahun, Sungai Cikonde sebesar 770 ribu m3 per tahun.  Setiap tahun sekitar 1 juta m3 endapan dari kedua sungai tersebut diendapkan di Segera Anakan (ECI, 1995).  Penyebab dari tingginya laju sedimentasi ini adalah karena sistem pengelolaan kegiatan di lahan atas tidak dilakukan dengan benar, seperti HPH, pertanian, dan lain-lain yang cenderung mengabaikan pembangunan yang berwawasan lingkungan, khusunya azas konservasi tanah.
c.     Over Eksploitasi Sumberdaya Hayati Laut
Banyak sumberdaya alam di wilayah pesisir dan laut telah mengalami overeksploitasi.  Sebagai contoh adalah sumberdaya perikanan laut, meskipun secara agregat (nasional) sumberdaya perikanan laut baru dimanfaatkan sekitar 58% dari total potensi lestarinya (MSY), (Aziz, et al, 1997), namun dibeberapa kawasan (perairan), beberapa stok sumberdaya ikan telah mengalami kondisi tangkap lebih (overfishing).
Kondisi overfishing ini bukan hanya disebabkan oleh tingkat penangkapan yang melampaui potensi sumberdaya perikanan, tetapi juga disebabkan karena kualitas lingkungan laut sebagai habitat hidup ikan mengalami penurunan atau kerusakan oleh pencemaran dan degradasi hutan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang yang merupakan tempat pemijahan, asuhan, dan mencari makan bagi sebgian besar biota laut tropis.

Perbedaan Minyak Bumi dan Gas Bumi - AGC Guru Honorer

Minyak bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus � karang dan oleum � minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak Bumi. Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.
Kandungan minyak bumi terdiri dari 80-85% unsur C atau karbon, 20-15% unsur H atau hindrogen. Unsur lain seperti oksigen, nitrogen, belerang terdapat kurang dari 5% bahkan kadang-kadang kurang dari 1%. 
1.Hidrokarbon Padat
a. Jenis hidrokarbon padat
Hidrokarbon yang bersifat padat biasanya terdapat bersamaan satu dengan yang lain. Lilin mineral biasanya terdapat dalam bentuk urat-urat.
b. Pasir-ter
Hidrokarbon juga bias terdapat pada lapisan pasir yang telah dijenuhi dengan hidrokarbon yang sudah kental dan setengah aspal. Lapisan pasir ini meliputi luas ribuan kilometer persegi serta puluhan meter ketebalan dan merupakan cadangan minyak yang terbesar di dunia (kanada sebelah barat dan Venezuela). Namun hidrokarbo ini sangat sukar dipisahkan dari pasir.
c. Serpih minyak
Serpih minyak (oil shale) adalah suatu serpih yang mengandung zat organic yang jika dipanaskan pada temperature tinggi (di atas 400oC) akan mengurai dan keudian menghasilkan hidrokarbon cair yang serupa dengan minyakbumi.

2.Hidrokarbon Cair-Minyak Bumi
Hakekat kimia
Ada beberapa aturan tertentu dalam susunan minyakbumi yang memudahkan kita mempelajarinya, antara lain :
1.Pada umumnya minyakbumi hanya memperlihatkan susunan hidrokarbon yang bersifat jenuh.
2.Hidrokarbon yang terdapat di dalam bumi merupakan berbagai macam seri homolog, yaitu suatu seri susunan hidrokarbon berdasarkan penambahan atom C membentuk suatu susunan yang hamper sama, akan tetapi rantainya menjadi lebih panjang ataupun lingkarannya menjadi ruwet.
3.Dalam seri homolog biasanya terdapat beberapa keluarga homolog biasa yang disebut golongan isomer.
4.Pada umumnya seri homolog dalam minyakbumi dapat dibagi menjadi dua golongan besar yaitu : Golongan ASIKLIS atau ALIFAT, juga disebut ALKAN atau PARAFIN dan Golongan SIKLIS.
Analisis dan klasifikasi minyakbumi
Secara routine minyakbumi dianalisis secara distilasi berfraksi  yaitu suatu proses penyulingan serta pengembuan kembali berbagai macam cairan yang mempunyai titik didih yang berbeda-beda.
3.Hidrokarbon Gas ataupun Gasbumi
Di dalam reservoir, gasbumi bisa terdapat sebagai larutan yang berkisar dalam jumlah yang sangat sedikit sekali sampai meliputi 100% dari reservoir. Gasbumi tersebut biasanya terdiri daripada hidrokarbon alam bertitik-didih rendah.
Berbagai jenis gasbumi dapat terjadi sebagai :
a. Gas bebas, merupakan fasa bebas dari minyakbumi, hanya terdapat pada bagian atas dari reservoir yang terisi minyakbumi.
b. Gas terlarut dalam minyakbumi. Karena gas dan minyakbumi adalah hidrokarbon, maka wajar jika jumlah gas yang larut dalam minyakbumi tergantung dari sifat kedua zat tersebut dan juga dari tekanan dan temperature di dalam reservoir. Dengan hanya beberapa kekecualian, semua minyakbumi yang terdapat di dalam reservoir mengandung gas dalam perbandingan gas-minyak. Jika gas hanya terdapat dalam jumlah sedikit saja, maka gas dapat dipisahkan dari minyak segera setelah dihasilkan dari sumur pemboran dalam suatu alat yang dinamakan �gas-separator� dan kemudian dibakar.

Susunan Kimia Gasbumi
Metan adalah hidrokarbon yang paling stabil dan merupakan penyusun utama gasbumi. Selain itu terdapat juga hidrokarbon lainnya dalam jumlah kecil, seperti etan, propan, butan, pentas, heksan, dan dalam kasus tertentu juga hektan didapatkan dalam gas alam, kecuali di daerah yang bersifat volkanik, sedangkan karbon monoksida dan gas yang tidak jenuh jarang sekali didapatkan. 
Gasbumi bisa juga dibagi atas gas kering dan gas basah, tergantung dari kadar cairan atau uap yang ikut didalamnya. Nilai kalorinya adalah 900 sampai 1000 BTU. Susunan kimia umum adalah sebagai berikut :
1. Metan ( CH4), 82% (aktif)
2. Etan ( C2H6), 14.4% (aktif)
3. Karbon dioksida ( CO2 ), 0.5%
4. Nitrogen ( N2 ), 2.8%


Pengotoran dalam Gas
Pengotoran utama disebabkan oleh kadar nitrogen, karbondioksida, dan hidrogensulfida. Helium juga dapat merupakan pengotoran yang terdapat dalam jumlah yang relatif sangat kecil. Jika kadar karbondioksida dan nitrogen besar, maka gas tersebut mempunyai nilai yang lebih rendah karena nilai kalorinya menjadi lebih rendah.
Pemakaian Gasbumi
Pada masa lampau gasbumi hanya dapat digunakan jika terdapat di dekat daerah industri ataupun perkotaan melalui pipa. Tetapi, dewasa ni dengan teknik pencairan terutama gasbumi  yang mengandung molekul beratom C dapat dimampatkan menjadio cairan yang disebut elpiji.
Gambar: disini

Mengukur Kekuatan Letusan Gunung Api - AGC Guru Honorer

Kalian kalau lihat gunung api meletus tentunya akan takjub melihat ledakan yang dihasilkan dari perut sebuah gunung api. Nah tiap gunung api memiliki kekuatannya masing-masing jadi ada level nya seperti keripik Ma IC*H.
Ahli vulkanologi punya standar tersendiri loh untuk mengukur �kemeriahan� pesta (sunatan?) yang gunungapi selenggarakan. Ukuran itu adalah VEI alias Volcano Explosivity Index.
VEI, sekali lagi, adalah skala yang disepakati para ahli vulkanologi untuk mengukur dahsyatnya suatu letusan gunung api. 

Erupsi Kelud
Penentuannya berdasarkan atas : volume tephra (material padat) dan tinggi kolom awan. Makin besar volume material padat yang dikeluarkan, VEInya makin tinggi.  Ingat loh, yang dibicarakan disini adalah volume material padat; karena itu, meski gunung-gunung di Hawaii tiap kali erupsi mengeluarkan lava yang volumenya luarrr biasa, tetep aja VEInya rendah... masalahnya gunung-gunung di Hawaii hobinya mengeluarkan material cair namun minim material padat. 
Nih lebih jelasnya lihat tabel di bawah 


Dan inilah contoh kekuatan letusan gunung api di dunia


Gambar: disini

Sejarah Wabah Black Death Eropa - AGC Guru Honorer

Black Death, wabah penyakit pes yang melanda Eropa dan daerah Mediterania dari 1347 hingga 1351. Ini adalah yang pertama dari siklus epidemi wabah Eropa yang terus berlanjut sampai awal abad ke-18. Wabah besar terakhir dari wabah di Eropa berada di Marseilles di 1722. Wabah ini diawali oleh siklus malapetaka kuno antara 6 dan ke-8 Masehi; mereka diikuti oleh siklus lain dari wabah modern, tetapi kurang mematikan, yang dimulai pada akhir abad ke-19 dan berlanjut di abad ke-20. Istilah "Black Death" tidak digunakan untuk merujuk pada malapetaka dari 1347 melalui 1351 sampai lama kemudian; sezaman biasanya disebut sebagai Sampar, atau Kematian Besar.
Para ilmuwan dan sejarawan masih tidak yakin tentang asal-usul wabah. penulis Eropa abad pertengahan percaya bahwa itu dimulai di Cina, yang mereka dianggap sebagai tanah kejadian hampir magis. Penulis sejarah menulis bahwa itu dimulai dengan gempa bumi, api jatuh dari langit, dan malapetaka dari kutu. Seperti perjalanan sastra abad pertengahan, account tersebut didasarkan pada sejumlah mitos tentang kehidupan di daerah luar Eropa. Sekarang tampaknya paling mungkin bahwa tikus yang terinfeksi bermigrasi dari Timur Tengah ke Rusia selatan, wilayah antara Hitam dan Kaspia laut. Wabah itu kemudian menyebar ke barat di sepanjang rute perdagangan. Ada epidemi antara Tartar di Rusia selatan di 1346. Wabah itu berlalu dari mereka untuk koloni dari Italia yang hidup di kota-kota di sepanjang Laut Hitam. Pedagang mungkin membawa penyakit dari sana ke Alexandria di Mesir pada tahun 1347; itu kemudian pindah ke Damaskus dan Libya di 1348, dan Mesir Hulu di 1349. Venetian dan pelaut Genoa diketahui telah membawa wabah ke Eropa.
Wabah bergerak cepat di sepanjang rute perdagangan utama. Dari Pisa, di mana ia telah tiba lebih awal di 1348, itu melakukan perjalanan ke Florence dan kemudian ke Roma dan Bologna; dari Venesia itu pindah ke Jerman selatan dan Austria; dan dari Genoa itu menyeberangi Laut Tyrhennian ke Barcelona di Spanyol dan Marseilles di Perancis. Hal ini terus melalui kota-kota di Perancis selatan, mencapai Paris pada awal Juni 1348. Dari sana penularan menyebar ke Inggris pada akhir Juni 1348 dan Low Countries oleh musim panas 1349.
Bagian dari Eropa awalnya terhindar epidemi. Milan hampir unik di antara kota-kota besar Italia. Penguasa kota menutup gerbang untuk wisatawan yang datang dari daerah wabah, dan beberapa orang meninggal. Banyak bagian dari Jerman dan Eropa Timur juga lolos epidemi di 1348 melalui 1351. Mungkin karena isolasi relatif mereka, Bohemia, Polandia, dan Jerman tengah tidak mengalami wabah sebelum 1360-an dan 1370an.
Dokter kontemporer dan teolog sepakat bahwa epidemi memengaruhi terhadap agama dan fisik. Yang pertama dan paling penting adalah penghakiman Allah pada manusia berdosa; yang kedua adalah kurangnya keseimbangan dalam cairan tubuh, atau cairan. Seperti gempa bumi, banjir, dan kebakaran, Kristen abad pertengahan diasumsikan penyakit adalah panggilan untuk bertobat. Sebagai tanggapan, beberapa orang Kristen, yang dikenal sebagai Flagellant, mulai ritual memukul diri mereka sebagai penebusan dosa untuk mereka sendiri dan untuk dosa-dosa orang lain. Meskipun kelompok Flagellant telah ada sejak abad ke-10, pecahnya wabah radikal meningkat jumlah mereka.

Peta Penyebaran Wabah Black Death
Kelompok-kelompok baru Flagellant muncul pertama di Hongaria dan Jerman dan kemudian menyebar ke seluruh sisa Eropa utara. Mereka mengadakan prosesi melalui kota-kota yang berlangsung selama 33 hari, setiap hari mewakili satu tahun dalam kehidupan Yesus Kristus. Prosesi ini bervariasi dalam ukuran dari hanya segelintir orang untuk mungkin ribuan dalam prosesi terbesar. Flagellant sebagai grup dan dipimpin oleh seorang ulama. Mereka pergi dari kota ke kota dan di setiap perhentian, setelah khotbah singkat oleh pemimpin, para pendosa akan cambuk atau mencambuk diri mereka sendiri sebelum pindah ke kota berikutnya. Para pejabat kota yang curiga ini penggemar fanatik agama; kota-kota di Perancis selatan dan Low Countries akhirnya ditutup gerbang mereka kepada orang-orang, dan kelompok dipaksa untuk bubar. Selama kemudian malapetaka individu melakukan perjalanan ke tempat-tempat suci lokal dan memohon bantuan dari orang-orang kudus yang mereka percaya bisa membantu orang sakit, tapi sedikit orang yang terlibat daripada di prosesi yang kaum Flagellants.
Dokter abad pertengahan mewarisi ide medis mereka dari Yunani dan Romawi, yang percaya bahwa kesehatan melibatkan keseimbangan cairan tubuh. Ketidakseimbangan yang disebabkan oleh faktor emosional, makanan, atau eksternal seperti bau berbahaya bisa mengakibatkan sakit atau bahkan kematian. penulis kontemporer terkait wabah dengan pengaruh planet dan bintang, atau dengan gempa bumi, yang diduga menyebabkan pelepasan gas beracun dari pusat bumi. Dokter kemudian menyarankan bahwa individu makan cukup dan menghindari apa pun yang bisa mengganggu keseimbangan tubuh. Aturan pemerintah tentang perdagangan juga berpotensi menghasilkan berbagai material yang mengandung bau yang berbahaya.
Wabah berangsur hilang di Eropa setelah 1530-an. Wabah terakhir di Inggris adalah pada tahun 1665, yang terakhir di Eropa Barat pada 1722. Banyak teori telah ditawarkan untuk menjelaskan hilangnya wabah. Telah berpendapat bahwa tikus hitam, operator utama wabah, mungkin telah digantikan oleh tikus coklat yang lebih besar yang tidak membawa infeksi. Teori kedua menunjukkan bahwa peningkatan kekebalan antara tikus yang membawa penyakit atau perubahan penyakit itu sendiri pecah siklus penularan. Penjelasan yang paling mungkin, bagaimanapun, adalah campur tangan manusia. Meskipun tidak sampai abad ke-19 dokter mengerti bagaimana kuman bisa menyebabkan penyakit, Eropa terjangkit wabah ini pada abad ke 16, dan menular dari satu daerah ke daerah lain.

Ilustrasi Wabah Black Death
The Black Death dan wabah lain dari penyakit pes menghasilkan berbagai spekulasi. Salah satunya adalah serangkaian serangan setan pada orang-orang Yahudi, orang kusta, dan orang luar yang dituduh sengaja meracuni air atau udara. Serangan itu dimulai di bagian selatan Perancis, tetapi yang paling dramatis dalam bagian dari Swiss dan Jerman-wilayah dengan sejarah panjang serangan terhadap komunitas Yahudi lokal. Pembantaian di Bern adalah khas pola ini: Setelah minggu ketegangan takut, orang-orang Yahudi dikumpulkan dan dibakar atau tenggelam di rawa-rawa. Kadang-kadang ada serangan terhadap orang Yahudi bahkan di mana tidak ada wabah. Paus, pemimpin Gereja Katolik, dan kebanyakan pejabat publik mengutuk pembantaian dan mencoba untuk menghentikan mereka. Dalam menghadapi massa marah, namun, mereka sering gagal. Penganiayaan hanya berakhir ketika kematian akibat wabah mulai menurun. Ada penganiayaan lokal sesekali selama wabah kemudian, tetapi tidak pernah dengan kekerasan mereka yang terjadi dari 1348 melalui 1351.
Gambar: disini disini

Sabtu, 07 Mei 2016

Bahan Erupsi Gunung Api Magmatik Non Magmatik - AGC Guru Honorer

Apa saja sih yang dikeluarkan oleh gunung api ketika meletus?, Ketika gunung api meletus maka berbagai material atau bahan erupsi dimuntahkan dari dalam bumi. Bahan erupsi gunung api adalah bahan yang berasal langsung (magmatik) maupun yang  tidak langsung dari magma (non magmatik) yang dihasilkan dari suatu erupsi efusif, eksplosif maupun campuran. Kadangkala gunung api tidak selalu mengeluarkan jenis bahan erupsi yang sama pada setiap kegiatan, begitu pula tidak semua gunungapi menghasilkan bahan erupsi yang sama jenis maupun kuantitasnya. Hal ini disebabkan oleh berbagai macam faktor dan kondisi lingkungan kerak bumi setempat.
1. Bahan Erupsi Magmatik
Kecuali gas gunung api, erupsi efusif menghasilkan leleran atau aliran lava sedangkan erupsi eksplosif menghasilkan bahan lepas beraneka ragam dan ukuran. Bahan lepas tersebut dinamakan piroklastik. Secara garis besar bahan gunung api magmatik dapat dibagi berdasarkan sifat fisiknya yaitu:
a. Leleran atau aliran lava
Leleran atau aliran lava adalah suatu masa batuan yang meleler atau mengalir keluar dari lubang erupsi (dalam keadaan pijar atau setengah pijar) atau menumpuk membentuk sumbat atau kubah. Aliaran lava ini tidak selalu merupakan suatu kesatuan masa kompak dan homogen tetapi dapat pula membentuk kesatuan bahan heterogen. 
Hal ini tergantung pada kekentalan (viskositas) magma atau lavanya, begitu pula lamanya waktu leleran atau aliran. Viskositas lava tergantung dari komposisi mineral dan suhu yang dikandungnya. Lava yang mengandung asam kersik (SiO2) dalam jumlah banyak lebih kental dari yang mengandung asam kersik sedikit. Begitu pula lava lebih panas lebih encer dari lava kurang panas (suhu lava pijar berkisar antara 700 - 1200 derajat C). Bentuk leleran atau lairan lava yang terkenal adalah lava tali, lava bantal dan lava bongkah.
b. Bom Vulkanik
Istilah bom vulkanik memang agak aneh untuk orang awam, namun demikian istilah ini digunakan familiar di bidang geologi dan vulkanologi. Bom vulkanik tak lain daripada suatu gumpalan lava pijar yang dilemparkan oleh erupsi eksplosif kemudian jatuh dan membatu dalam bentuk serta ukuran tertentu. Memang adakalanya gumpakan lava pijar yang dilemparkan itu meledak di  udara atau di permukaan tanah. Bentuk akhir Gumpalan lava yang dilemparkan ini tergantung dari viskositas lava itu sendiri dan jarak lintasan yang dicapainya. Pada umumnya bentuk akhir bom vulkanik agak bundar, lonjong, agak gepeng dan tidak teratur, berukuran garis tengah lebih dari 63,5 mm.
Ada bom vulkanik berukuran 3 m bahkan lebih. Suatu bentuk khas bom vulkanik adalah jenis bom kerak roti yaitu yang bagian luarnya retak-retak bersegi seperti nampak pada kulit roti yang kelebihan mekar. Pada bom kerak roti, struktur ini dapat terjadi karena bagian kulit cepat dingin dan menyusut. Adapula karena gumpalan lava pijar itu berputar pada waktu dilontarkan maka hasilnya nampak khas melengkung dinamakan lava siput.
c.Lapili
Lapili berasal dari magma yang dilemparkan oleh erupsi magmatik eksplosif berbentuk bundar atau agak persegi dengan garis tengah antara 2,54 mm sampai 63,5 mm. Pada umumnya sebesar kacang hijau, agak ringan dan berwarna terang.
d. Abu Gunungapi
Abu gunungapi berbeda dengan abu biasa hasil dari pembakaran seperti rokok atau sampah, namun merupakan bahan jadi erupsi gunung api yang berasal dari magma. Ada juga sebagian kecil abu gunung api yang secara tidak langsung terjadi oleh proses penggesekan pada gunung api. Besarnya ukuran abu gunung api berkisar antara 2,54 mm sampai bagian paling kecil. Dalam kasus ini pasir erupsi termasuk dalam kategori abu gunungapi.
d. Gas
Gas yang dihasilkan erupsi magmatik pada umumnya terdiri dari Cl2, HCl, SO2, Co, CO2, H2 dan N2. Selain itu terdapat pula H2O (uap air) dan bahan padat halus terdiri dari senyawa NH4Cl, NH4F dan FeCl2 dan terutama SiO2. Campuran gas dan bahan padat inilah yang menyebabkan asap erupsi berwarna putih cokelat, cokelat atau kehitaman.
f.Bahan Timbul
Bahan timbul adalah sejenis batuan lemparan erupsi magmatik, berpori dan ringan sehingga dapat timbul di air. Bentuk ini terjadi akibat ekspansi gas mendadak keluar dari lava pijar yang dilemparkan. Akan tetapi tidak semua batuan pijar yang dilemparkan dapat menjadi batu timbul, tergantung dari susunan kimia batuan yang mengandung gas dan juga proses pendinginannya. Gas yang secara cepat memisahkan diri menghasilkan pori pada bagian batuan tersebut.
Aliran Lava
2. Bahan Erupsi Non Magmatik
Pada prinsipnya bahan erupsi yang tidak secara langsung berasal dari magma, dihasilkan oleh erupsi nonmagmatik. Walaupun demikian ada saja bahan lama yang dihancurkan. Erupsi bersifat eksplosif lah yang paling dominan menghasilkan bahan tersebut.
a. Pecahan Lava
Batuan bentuk persegi dalam berbagai ukuran, terjadi oleh proses mekanik (peledakan) kubah lava yang sudah dingin atau lava pada dinding kawah ataupun sumbat kawah.
b. Abu Gunungapi
Abu gunung api dapat ditemukan juga pada suatu erupsi gunungapi yang eksplosif bukan magmatik melainkan erupsi freatik. Abu gunung api ini biasanya tidak terlalu banyak seperti yang berasal langsung dari magma karena terbentuk akibat proses penghancuran, gesekan ataupun bawaan dari lingkungan yang dihembuskan.
c. Gas
Gas yang dimaksud disini terutama adalah uap air yang disebabkan oleh erupsi freatik. Tentu saja ada sebagian gas lain ikut terbawa, mungkin sebelumnya sudah tertampung di sekitar daerah sentuhan air dan magma.

Bom Vulkanik
Gambar: disini disini

Jumat, 06 Mei 2016

Sejarah Mata Uang - AGC Guru Honorer

Uang, uang, lagi..lagi uang. Siapa yang tidak butuh uang jaman sekarang. Hampir semua hal bisa dibeli dengan uang. Lalu bagaimana sejarah uang itu sendiri?. Mengapa uang apalagi dolar begitu berharga?Anda tidak bisa memakan atau memakainya. Itu hanya selembar kertas. Tapi Anda dapat bertransaksi dolar untuk hal-hal yang dapat Anda makan atau memakai. 

APA ITU UANG?

Uang adalah sesuatu yang banyak ditukar dengan barang saat dijual atau pekerjaan yang mereka lakukan. Ini adalah bentuk penerimaan pembayaran. Dahulu, logam mulia seperti emas dan perak digunakan sebagai uang. Hari ini, uang kertas dan koin adalah bentuk umum dari uang.
Uang memiliki kegunaan lain juga. Salah satunya adalah untuk mengukur nilai suatu hal. Sepeda, pakaian, bahkan hamburger memiliki nilai tertentu. Nilai itu adalah harga-berapa banyak uang orang akan membayar untuk itu.
Uang juga merupakan cara orang menyimpan kekayaan. Orang menyimpan uang mereka di rekening bank atau celengan. Menyimpan uang adalah cara mengumpulkan dan menyimpan kekayaan, seperti memiliki tanah, rumah, atau perhiasan.


UANG SELURUH DUNIA
Sebagian besar negara memiliki unit sendiri uang. Uang yang digunakan oleh suatu negara disebut mata uang.
Di Amerika Serikat, unit dasar uang, atau mata uang, adalah dolar. Setiap dolar dibagi menjadi 100 sen. Nilai apa pun yang Anda ingin membeli di Amerika Serikat dapat dinyatakan dalam dolar dan sen.
Negara-negara lain memiliki mata uang sendiri. Di Inggris, nilai hal-hal yang diukur dalam satuan uang disebut pounds, bukan dolar. Aljazair menggunakan tidak pound atau dolar, tapi dinar. India menggunakan rupee. Meksiko menggunakan peso. Rusia menggunakan rubel.

BANYAK JENIS UANG

Uang lebih dari sekedar uang kertas dan uang logam. Hal ini dapat apa saja, asalkan semua orang setuju.
Selama perjalanan sejarah, banyak item telah digunakan sebagai uang. Kerang, manik-manik, bulu, garam-bahkan gigi anjing-semuanya telah digunakan sebagai uang. Mereka digunakan seperti kita menggunakan tagihan dan koin hari ini.


BAGAIMANA UANG DITEMUKAN?

Tidak ada satu orang datang dengan ide uang. Idenya berkembang dengan lambat. Sebelum uang ditemukan, orang diperdagangkan barang yang menggunakan sistem barter.
Dalam sistem barter, orang berdagang hal hal lain secara langsung. Misalkan seorang pria memiliki domba dan ingin pakaian. Dia menemukan seseorang dengan setelan tambahan pakaian yang ingin domba.
Tapi bagaimana kalau dia hanya ingin kemeja? Dia mungkin tidak ingin perdagangan seluruh domba-dombanya hanya satu kemeja. Bagaimana ia bisa mendapatkan perubahan untuk domba? Masalah seperti ini membuat barter sulit. Orang diciptakan uang untuk membuat perdagangan lebih mudah.

LOGAM SEBAGAI UANG

Akhirnya, orang berpendapat bahwa mereka bisa menggunakan logam mulia seperti emas, perak, atau tembaga untuk membantu mereka perdagangan. Hampir semua orang ingin logam ini. Jadi orang bisa berdagang apa yang mereka miliki untuk logam mulia, tahu mereka bisa bertukar logam untuk sesuatu yang lain yang mereka inginkan atau butuhkan.
Logam memiliki manfaat lain juga. Mereka mudah untuk menyimpan, berlangsung lama, dan dapat dengan mudah dibagi menjadi potongan-potongan kecil. Jika Anda ingin sesuatu yang kecil, Anda dapat menawarkan hanya sedikit logam Anda.

KOIN DAN TAGIHAN

Setelah orang mulai diperdagangkan logam sebagai uang, koin segera ditemukan. Sebuah kerajaan Turki disebut Lydia membuat uang logam pertama sekitar 600 SM. Koin-koin itu dicap dengan segel raja. Tentang waktu yang sama, orang di China mulai menggunakan uang kertas.
Di masa lalu, uang kertas sering digunakan untuk menukar logam mulia seperti emas. Anda bisa pergi ke pemerintah atau bank dan mengeluarkan kertas tagihan Anda untuk emas yang sebenarnya.
Gambar: disini